F-Story (Fanny Widadie, S.P., M.Agr) | …"berkarya dan bermanfaat bagi sesama"….

Abstrak Makalah Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti)

MODEL PENGEMBANGAN AGRIBISNIS WORTEL DALAM MENINGKATKAN NILAI RANTAI PASOK PETANI DI ERA PASAR MODERN (Studi Kasus Petani Wortel di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar)

 Oleh:

Fanny Widadie dan Joko Sutrisno

Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian – Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret 

Email: fannywidadie@staff.uns.ac.id

Abstract

In developing countries horticultural farmer’s participation to involve in modern market which has characterized high-value chain is very poor. Generally, the farmers are still adopting traditional supply chain because it is difiicult to access and fullfill the requirement from modern market stakeholders. This study aims to analyze efficiency of carrot market and to arrange agribusiness development strategy of carrot in order to increase supply chain value of farmer in the modern market era. This study was conducted in the central of carrot production area, Village of Gondosuli, Tawangmangu District, Karanganyar Regency. Data was analyzed descriptively to market margin, farmer share and field survey. The result revealed that there were three carrot market chanelling models at Karanganyar, which were Model 1: farmer – middleman – collecting trader – retailer – consumer was 32 percent; Model 2: farmer – collecting trader – retailer – consumer was 46 percent; and the remains Model 3: farmer – collecting trader – wholesaller – retailer – consumer was 22 percent. The most efficiency of market channeling was at Model 2 which had the lowest value of market margin, IDR2,000 per kg, and the highest farmer’ share value, 74.6 percent. The main barriers of local farmer to involve in modern market channel were not meeting the requirement of quality and management standar. Therefore, the strategy of carrot agribusiness development is directed to improve quality, corporate management and information acces for farmer

Key words: carrot agribusiness, supply chain, modern market, market margin farmers share

Abstrak

Di negara berkembang partisipasi petani hortikultura-wortel untuk terlibat dalam pasar modern yang umumnya memiliki nilai rantai pasok yang tinggi (high-value chain) sangatlah rendah. Umumnya petani masih menggunakan rantai pasok tradisional karena sulitnya mengakses dan memenuhi persyaratan yang diterapkan oleh stakeholder pasar modern. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efisiensi pemasaran wortel dan menyusun strategi pengembangan agribisnis wortel dalam rangka meningkatkan nilai rantai pasok petani di era pasar modern. Penelitian dilakukan di daerah sentra produksi wortel yaitu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Data dianalisis secara deskriptif terhadap hasil nilai margin pemasaran, farmer share dan survey lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola saluran pemasaran wortel yaitu pola pertama: Petani –Tengkulak – Pedagang Pengumpul – Pengecer – Konsumen sebanyak 32 persen; Pola kedua: Petani –Pedagang Pengumpul – Pengecer – Konsumen sebanyak 46 persen; dan sisanya sebanyak 22 persen pola ketiga: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen. Pemasaran yang paling efisien pada pola kedua, dimana nilai margin pemasaran terkecil yaitu Rp.2000/kg dan nilai farmer sharenya terbesar 74.6 persen. Faktor utama yang menjadi penghambat akses petani lokal memasuki rantai pasar modern adalah tidak mampu terpenuhinya kualitas mutu produk dan kualifikasi standar manajemen. Oleh karena itu perlu pengembangan agribisnis wortel yang diarahkan pada perbaikan kualitas produksi, manajemen korporasi dan akses informasi untuk petani.

Kata kunci: agribisnis wortel, rantai pasok, pasar modern, margin pasar, farmer share.


Back to Top | No Comments

Pengumuman proposal PKM 2014 pendanaan 2015

 

Penerimaan Proposal PKM Tahun 2014 pendanaan Tahun 2015

 

Yth.
1. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada  mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu :  PKMP, PKMM, PKMK, PKMT dan PKMKC yang akan didanai tahun 2015.

Perlu  kami  informasikan  bahwa  sesuai  panduan  PKM  tahun  2014 terlampir, pengajuan  usulan  proposal  dan tata cara pengiriman proposal secara on-line ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Dit. Litabmas) dapat diunduh melalui website http://dikti.go.id atauhttp://simlitabmas.dikti.go.id, dengan headline : Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2014.

Sehubungan hal tersebut di atas, kami mohon agar Saudara berkenan menyampaikan informasi  dimaksud kepada mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Saudara, dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Pendaftaran dilakukan oleh operator bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi melaluihttp://simlitabmas.dikti.go.id.
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran selesai dilakukan.
  3. Batas waktu pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line sampai dengan 28 September 2014, apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  4. Dit. Litabmas tidak menerima proposal usulan dalam bentuk hardcopy (dokumen hardcopy disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

ttd

Agus Subekti
NIP 196008011984031002

Unduh File:
Surat Penerimaan Proposal PKM Tahun 2014 pendanaan Tahun 2015
Panduan PKM

Info lebih lanjut klik disini 

 

 

 

 


Back to Top | No Comments

EKSISTENSI EKONOMI KERAKYATAN DITENGAH ARUS GLOBALISASI

EKSISTENSI EKONOMI KERAKYATAN DITENGAH ARUS GLOBALISASI *)

Oleh:

Fanny Widadie

Ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi yang berpusat pada kekuatan ekonomi rakyat. Dimana dalam pengelolaan sumberdayanya lebih diperankan oleh rakyat sendiri secara bersama dan swadaya dalam kegiatan ekonominya. Menurut Prof. Mubyarto, sistem ekonomi kerakayatan ini didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang berasaskan kekeluargaan, kedaulatan rakyat dan menunjukkan pemihakan yang sungguh-sungguh pada pada ekonomi rakyat. Yang membedakan sistem ekonomi kerakayatan dengan sistem ekonomi lainnya terletak pada filosofi pengelolaannya yang ditujukan untuk kemanfaatan bersama rakyat bukan kepentingan individual seperti dalam sistem ekonomi kapitalis.

Gagasan ekonomi kerakayatan ini dimunculkan oleh para ekonom Indonesia akibat gagalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam mengadopsi sistem ekonomi negara-negara maju seperti Eropa. Penerapan teori pertumbuhan ekonomi yang membawa kesuksesan di Eropa ternyata berbeda dampaknya dengan negara berkembang seperti di Indonesia. Pondasi sistem ekonomi Indonesia dibangun berdasarkan sistem ekonomi kerakyatan. Peran ekonomi kerakyatan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia begitu nyata terlihat pada saat terjadinya krisis moneter tahun 1997, dimana sektor ekonomi riil yang berbasiskan kerakyatan menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi saat itu. Para pelaku ekonomi kerakyatan di bidang pertanian dan agribisnis seperti petani, UKM, dan peternak menjadi sangat penting. Ketika usaha korporasi mengalami gulung tikar dan jumlah pengangguran meningkat maka sektor riil kerakayatan inilah menjadi tulung punggung perekonomian saat itu.

Filosofi ekonomi kerakyatan sebenarnya sudah lama dikembangkan oleh Bung Hatta dalam upaya mengurangi dominasi asing dan meningkatkan ekonomi semua lapisan masyarakat dari bawah sampai atas. Salah satu bentuk ekonomi kerakyatan riil yang dikembangkan oleh Bung Hatta adalah koperasi. Dimana koperasi menjadi bentuk sistem ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan falsafah kepribadian bangsa. Eksistensi ekonomi kerakyatan semakin diperkuat dalam pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azaz kekeluargaan. Kekeluargaan disini adalah prinsip dari ekonomi kerakyatan. Ditambahkan juga kedalam sila keempat pancasila yang menggunakan prinsip kerakyatan sebagai bagian dari dari demokrasi ekonomi. Ekonomi kerakyatan di Indonesia merupakan pondasi kekuatan pembangunan ekonomi nasional yang seharusnya dibangun dan difasilitasi dalam perkembangannya. Sistem ekonomi kerakyatan merupakan falsafah kepribadian bangsa Indonesia yang seharusnya eksistensinya dapat dipertahankan menjadi jati diri ekonomi bangsa.

Read more ›


Back to Top | No Comments

AYPVC (Asean Young Professional Volunter Crops) in Cambodia

AYPVC

ASEAN Young Professionals Volunteers Corps (AYPVC) is an initiative designed by the Ministry of Culture, Youth and Sports, Brunei Darussalam, to bring together young professionals from ASEAN member states to undertake voluntary community work in areas of their expertise in various locations.

AYPVC was officially endorsed during the ASEAN Youth Ministers Meeting (AMMY) in May 2013. Brunei as the host of the ASEAN Summit this year will pioneer this project with the help and support from various agencies.

A total of three projects were launched this year, where ASEAN volunteers were deployed to Cambodia, Indonesia and The Philippines to conduct volunteer programmes in areas of education, healthcare, agriculture, special needs care, disaster preparedness, community livelihood and environmental health.

AYPVC is expected to run for three years.

It is hoped that the involvement of young professionals through this initiative will not only contribute to the socio-cultural and economic development of the region, but also bring ASEAN people closer together. This in turn will contribute towards realising the ASEAN Community by 2015.

GOALS:

  • To gather young professionals to provide assistance in areas of their expertise;
  • To develop a sense of responsibility, obligations and duty towards ASEAN among young volunteers;
  • To develop and empower the young volunteers with leadership, entrepreneurship and other skills;
  • To promote awareness of ASEAN among the communities through exchange of knowledge and understanding of culture;
  • To share the skills and expertise of young professionals / volunteers through volunteer work and training;
  • To develop ways to improve NGO management capabilities while encouraging and promoting integrated community involvement.
Sourcehttp://aypvc.com
Documentation:
          
  
Project Reports:
Project Report

Back to Top | No Comments

International Technopreneur Conference 2012

About: 

Kegiatan International Technopreneur Conference 2012 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan komunitas pemuda ASEANpreneur dalam menggerakkan jiwa wirausaha Pemuda-Pemuda ASEAN. Tahun 2012, ITC diselenggarakan di Singapore dengan mengundang perwakilan pemuda-pemuda ASEAN untuk berdiskusi dan sharing bersama tentang isu-isu kewirausahaan. Tahun 2012 ini mengambil tema tentang “Technopreneur”.

Publikasi:

   

Bahan Artikel Pidato:

Technopreneur BASED EDUCATION REVOLUTION

 


Back to Top | No Comments

Kegiatan Pengabdian Masyarakat IbM Wortel di Kabupaten Karanganyar

Ringkasan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (IbM)

Teknologi Pasca Panen Wortel Pada Kelompok Tani Wortel di Kabupaten Karanganyar

oleh:

Joko Sutrisno dan Fanny Widadie (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS)

Mitra:

Kelompok Tani Wortel Bina Taruna Sejahtera dan Ngudi Makmur di Desa Gondosuli Kec. Tawangmangu, Kab. Karanganyar

Ringkasan

Selama ini kelompok tani wortel di Desa Gondosuli, TawangMangu memiliki kendala dalam pengembangan agribisnis wortel dari aspek hulu, on-farm sampai dengan hilir. Dan salah satu permasalahan utamanya disini adalah kesulitan dalam meningkatkan produksi dan nilai jual dari wortel yang dihasilkan. Oleh karena itu pengabdian disini adalah melakukan introduksi teknologi pengolahan pasca panen wortel yaitu dengan pemberian mesin pencuci wortel, pelatihan manajemen usahatani wortel dan pengolahan pangan wortel. Kegiatan introduksi teknologi pasca panen ini sangat dibutuhkan oleh kelompok tani wortel gondosuli dalam meningkatkan produksi dan nilai jual wortel yang selama ini memiliki nilai yang rendah. Tahapan kegiatan yang sudah dilakukan dari pengabdian ini adalah berupa pembuatan dan pemberian mesin pencuci wortel dan untuk rencana selanjunya adalah berupa pelatihan manajemen usahatani wortel dan pengolahan agroindustri wortel.

Target dan Luaran:

Target luaran yang diharapkan tercapai dengan adanya program ini adalah :

  1. Penggunaan teknologi alat pencuci wortel di Kelompok Tani untuk mempermudah anggota kelompok tani dalam membersihkan wortel hasil panen.
  2. Dihasilkannya produk wortel yang berkualitas, khususnya dari segi higienitas dengan penggunaan alat pencuci wortel.
  3. Peningkatan kemampuan SDM Kelompok Tani :

a). Peningkatan kemampuan SDM dalam hal pengelolaan usahatani (budidaya) wortel, sebesar 60%

b). Peningkatan kemampuan SDM dalam hal penanganan pasca panen wortel , sebesar 35%

c). Peningkatan kemampuan SDM dalam hal penggunaan dan perawatan alat pencuci wortel, sebesar  30%.

d). peningkatan kemampuan SDM dalam hal manajemen keuangan dan manajemen usaha, sebesar 40%.

Dokumentasi:

    

Laporan:

Laporan Kemajuan IbM Wortel

Bahan Presentasi Laporan Kemajuan

 


Back to Top | No Comments

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (IbM) Jamur

Ringkasan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (IbM) “Pengembangan Agrobisnis Jamur di Kota Surakarta”

Oleh:

Setyowati dan Fanny Widadie  (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS)

Ringkasan

Jamur merupakan makanan yang bergizi tinggi. Kandungan lemaknya yang rendah menyebabkan jamur layak dikonsumsi, apalagi bagi yang berdiet. Jamur tiram yang teksturnya mirip dengan daging ayam merupakan makanan favorit bagi vegetarian. Kandungan nutrisi pada jamur juga terbilang lengkap. Selain kaya vitamin dan serat, jamur juga memiliki kandungan mineral seperti kalium, kalsium, natrium, fosfor, besi dan magnesium. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Serat jamur juga sangat baik untuk pencernaan.  Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.

Kelompok Tani Jamur Alumni 149 memiliki 15 orang anggota dengan diketuai oleh Ibu Muryati dan bendahara Ibu Surani.  Mekanisme pengelolaan jamur dari kelompok tani jamur Alumni 149 adalah masing-masing anggota mendapatkan jadwal piket untuk mengurus budidaya jamur yang ada di satu rumah jamur (kumbung) setiap harinya.  Bisnis budidaya ini juga disebut usaha bersama.  Jika masa panen tiba, keuntungan dari penjualan jamur dibagi rata untuk semua anggota.  Pada tahun 2010, Ibu Surani kemudian mendirikan usaha budidaya jamur sendiri dengan berbekal ilmu yang diperoleh dari Kelompok Tani Jamur Alumni 149.

Budidaya jamur dari milik Kelompok tani Jamur Alumni 149 sudah berdiri sejak tahun 2009 dan Usaha Tani Mandiri Ibu Surani berdiri satu tahun setelahnya (Tahun 2010).  Dengan kumbung berukuran sekitar 100 m2, kedua usaha ini dapat terus berjalan.  Kapasitas rumah jamur (kumbung) tersebut dapat memuat 6000 baglog, tetapi saat ini kumbung tersebut baru diisi oleh sekitar 1000-1200 baglog.  Dari baglog yang ada, setiap hari usaha jamur Kelompok tani Jamur Alumni 149 dan Usaha Tani Mandiri Ibu Surani dapat menghasilkan jamur sekitar 12-15 kg dengan masa panen lebih kurang 4 bulan.  Dengan harga jual sekitar Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- per kilogram, usaha ini memiliki prospek yang cerah untuk terus dikembangkan.

Disamping minimnya modal dan peralatan, pengetahuan khususnya mengenai manajemen keuangan dan pembukuan dalam budidaya jamur masih kurang baik, hal tersebut ditunjukkan dengan belum dilakukannya pembukuan kegiatan maupun keuangan dan pengelolaan keuangan secara baik. Kelompok tani Jamur Alumni 149 dan Usaha Tani Mandiri Ibu Surani masih belum mempunyai catatan pembukuan keuangan usaha, pembukuan kegiatan, pembukuan pemesanan produk (waktu pemesanan, harga, dan lain-lain). Selain itu keuangan usaha juga belum dikelola dengan baik, keuangan usaha dengan keuangan keluarga masih bercampur. Berdasarkan uraian tersebut, menarik kiranya untuk melakukan pendampingan usaha bagi UKM jamur milik Kelompok tani Jamur Alumni 149 dan Usaha Tani Mandiri Ibu Surani untuk dapat membantu meningkatkan omzet para petani jamur.  Selain itu, diharapkan dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proses budidaya jamur.

Target Luaran:

Jenis luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  1. Kumbung yang sesuai dengan syarat tumbuh jamur, khususnya suhu, kelembaban cahaya dan sirkulasi udara.
  2. Penggunaan teknologi pada pembuatan baglog (mesin pengepress baglog dan autoclave skala besar) sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi baglog dari 100 buah/7jam/orang menjadi 4 kali lipat lebih banyak sehingga permintaan pasar terhadap jamur segar dapat dipenuhi.
  3. Terjadi peningkatan jumlah panen jamur segar sebesar 50-75 persen.
  4. Menurunnya jumlah baglog yang terkontaminasi menjadi < 5%.
  5. Peningkatan pengetahuan mitra dalam usaha budidaya jamur yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan mitra dalam pemeliharaan jamur dan pengkondisian lingkungan untuk pertumbuhan jamur.
  6. Peningkatan ketrampilan mitra dalam memproduksi produk olahan dari jamur dengan meningkatnya ketrampilan menggunakan alat teknologi untuk memproduksi aneka olahan dari jamur.
  7. Dimanfaatkannya jamur yang sudah tidak layak jual segar tetapi layak makan menjadi aneka produk olahan jamur.

Laporan Kemajuan:

Download Laporan Kemajuan dan Dokumentasi 


Back to Top | No Comments

Abstrak Makalah Seminar Ekonomi Kreatif – PERHEPI

ADOPSI TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA OLEH USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KOTA SURAKARTA

Setyowati Nuning, Irianto Heru, Widadie Fanny, Sulistyo, M.E

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan adopsi teknologi sosial media dan mengidentifikasi tingkatan adopsi TSM oleh UMKM di Surakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 responden, sebanyak 68 responden (56.67%) telah menggunakan TSM dan sebanyak 52 responden (43,33%) belum menggunakan. Jenis UMKM yang paling banyak menggunakan TSM adalah konveksi (24 UMKM) dan yang paling sedikit adalah meubelair (4 UMKM). Rata-rata tingkatan adopsi teknologi sosial media oleh UMKM di Kota Surakarta sampai pada tahap “interest” yaitu UMKM tertarik atau berminat menggunakan TSM dan masih mengumpulkan informasi atau referensi mengenai teknologi sosial media. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa UMKM Kota Surakarta berpotensi untuk menggunakan teknologi sosial media karena sebenarnya pelaku UMKM. Untuk itu, diperlukan upaya pemerintah melalui sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan media online untuk mendukung penggunaan teknologi sosial media oleh UMKM.

Kata Kunci: Adopsi, Teknologi Sosial Media, UMKM, Surakarta

Download:


Back to Top | No Comments

Jurnal Agriekonomika – Vol. 2 No. 01. April 2013

ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL DARI INVESTASI PENGADAAN TRAY DRYER BERBAHAN BAKAR BIOMASSA PADA USAHA ARANG TEMPURUNG KELAPA BERBASIS EKSPOR

(Studi Kasus di Tropica Nucifera Industry – Yogyakarta)

 Oleh:

Fanny Widadie 1,  Dimas Rahadian Aji M 2 dan Nur Heriyadi Parnanto 3

1 Program Studi Agribisnis , Fakultas Pertanian, UNS Surakarta

2,3 Program Studi Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, UNS Surakarta

e-mail: fanny@uns.ac.id

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian adalah mengkaji kelayakan teknis dan finansial dari investasi pengadaan Tray Dryer berbahan bakar biomassa pada usaha briket arang tempurung kelapa di PT. Tropica Nucifera Industry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi alat pengering-Tray Dryer pada usaha briket arang tempurung kelapa sangat layak dilakukan baik dari aspek teknis maupun finansial. Dari aspek teknis terlihat bahwa kuantitas-kemampuan produksi briket arang tempurung kelapa dengan menggunakan alat pengering Tray Dryer dapat meningkat mencapai 15 persen dibandingkan sebelumnya yang  menggunakan tenaga matahari. Sementara kualitas briket arang yang dihasilkan dari alat tray dryer memiliki kualitas yang jauh lebih baik, kadar air (6.39%); kadar abu (2.65%); karbon terikat (85.83%), dibandingkan menggunakan sinar matahari, kadar air (15.89%), kadar abu (2,57%) dan karbon terikat (77,32%). Dari aspek finansial setelah dilakukan investasi pengadaan Tray Dryer ternyata nilainya jauh lebih layak dibandingkan sebelum industri melakukan investasi pengadaan Try Dryer. Usaha briket arang tempurung kelapa tanpa penggunaan alat Try Dryer layak dilakukan dengan nilai NPV sebesar 1.058.928,12, IRR 63%, Payback Period (PP) selama 1 tahun 9 bulan, Net B/C 2,25 dan analisis switching valuenya mencapai 20%. Dan setelah dilakukan investasi pengadaan Try Dryer ternyata lebih layak lagi dengan nilai NPV menjadi sebesar 2.285.500.498,12, IRR 113%, Payback Period (PP) selama 11 bulan, Net B/C 3,5 dan analisis switching valuenya mencapai 50%.

Kata Kunci:   Briket Arang Tempurung Kelapa, Tray Dryer, Kelayakan   Investasi, Finansial dan Teknis

ABSTRACT

The purpose of the study is to assess the technical and financial feasibility of procurement investment Tray Dryer fueled biomass to operations of coconut shell charcoal briquette in PT. Tropica Nucifera Industry. The result showed that investment-Tray Dryer on cocnut shell charcoal briquette bussiness was highly feasibile both the technical and financial aspects. The technical aspect was seen that the quantity-production capabilities of coconut shell charcoal briquettes using a dryer-Tray Dryer could be increased 15 percent compared the previous consdition-used of solar energy. While the quality of the charcoal briquettes produced from Tray Dryer was a much butter quality, moisture content (6.39%); ash (2.65%); carbon-bound (85.83%), compared to using sunlight, water content (15.89); ash (2.57%) and carbon-bound (77.32%).The financial aspects of procurement Tray Dryer investment that its value was more feasible than previous, nothing Tray Dryer. Coconut shell charcoal briquet enterprises without using Tray Dryer was feasible to be done with NPV 1,058,928.12, IRR 63%, Payback Period 1 year and 9 moths, Net B/C 2.25 and analysis of swicthcing value reached 20 percent. And after the business using Tray Drayer, the financial analysis was much more feasible with NPV 2,285,500,498.12, IRR 113%, Payback Period 11 months, Net B/C 3.5 and analysis of switching value reached 50 percent.

Keywords: Coconut Shell Charcoal Briquettes, Tray Dryer, Investment Feasibility, Financial and Technical 

Full Paper Download: Jurnal Agriekonomika


Back to Top | No Comments

PKM Tahun 2013 Untuk Pendanaan 2014

 

Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2013 pendanaan Tahun 2014

Kepada Yth     :

1. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta,
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XII
di seluruh Indonesia.

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada  mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang yaitu :  PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC yang akan didanai tahun 2014.

Perlu  kami  informasikan  bahwa  pengajuan  usulan  proposal  dan  tata  cara  pengiriman  proposalOn-Line ke  Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) mengikuti Panduan  PKM  Tahun  2013 (terlampir) yang dapat diunduh pada website   http://dikti.go.id danhttp://simlitabmas.dikti.go.id,   dengan   headline   :   Usulan   Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2013.

Sehubungan hal tersebut di atas, kami mohon agar Saudara berkenan  menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Saudara, sebagai berikut.

  1. Pendaftaran dilakukan Oleh Staf bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi dengan alamathttp://simlitabmas.dikti.go.id
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran yang dilakukan selesai.
  3. Batas waktu Pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line sampai dengan 31 Oktober 2013. Apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan, maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  4. Ditlitabmas tidak menerima Proposal Usulan dalam bentuk hardcopy (dokumen tersebut disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

 

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,

ttd

Agus Subekti
NIP. 19600801 198403 1 002

Informasi Lebih Lanjut Klik di Link http://www.dikti.go.id/?p=11431&lang=id (Untuk Panduan dan Surat Edaran)

Dan Informasi Pengumpulan Mahasiswa UNS di http://kastrat.fk.uns.ac.id/umum/pkm-dikti-2014-schedule-pengajuan-proposal/

dan  http://kastrat.fk.uns.ac.id/info-lomba/alur-pkm-dikti-didanai-2013-fk-uns/

 

Selamat Berkarya..


Back to Top | No Comments